Memakmurkan Masjid; Tausiyah; Sabrina Manahijussadat
Tausiyah
Memakmurkan
Masjid
Oleh Ustadz H. Yudi Nurhadi, S.Ag
Pada
acara Kamisan dewan guru yang rutin diadakan tiap seminggu sekali, Pimpinan
Pondok KH. Sulaiman Effendi menyampaikan pentingnya disiplin salat berjamaah di
masjid baik di kalangan dewan guru maupun santri.
Di
setiap perkumpulan, Mudirul Ma’had tidak pernah bosan mengingatkan ikhwal
disiplin salat berjamaah di masjid. Terlebih, kata beliau, kehadiran guru salat
berjamaah di masjid sangat berpengaruh
dan menjadi teladan bagi para santri.
Dari hasil
wejangan pimpinan pondok itu saya teringat dengan surat Abu Darda yang
dialamatkan kepada sahabatnya Salman Al-Farisi. Isi surat itu di antaranya
berbunyi: ' “Wahai Saudaraku,
pergunakanlah masa hidupmu untuk kepentingan ibadah, sebelum tiba bencana yang
menyebabkanmu tidak dapat beribadah. Wahai Saudaraku, jadikanlah masjid
bagaikan rumahmu. Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Masjid itu sebagai
rumah bagi orang yang bertakwa'. Allah telah menjamin bagi orang-orang yang
menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kelapangan hati, kesenangan,
kepuasan, kemudahan menyeberangi jembatan, selamat dari api neraka, dan segera
menuju keridhaan Allah SWT.''
Isi
surat Abu Darda yang disampaikan kepada sahabatnya Salman Alfarisi di atas semakin
memberikan motivasi agar kita selalu memakmurkan masjid. Apalagi di lingkungan
pondok pesantren keberadaan masjid merupakan komponen utama basis kegiatan
ibadah baik dalam konteks pendidikan maupun pengajaran.
Memakmurkan
masjid bukan sekadar mendirikan dan membangunnya dengan megah dan besar tetapi memakmurkannya dengan
berbagai kegiatan ibadah yang salah satu diantaranya yaitu salat berjamaah di
Masjid. Bahkan menjaga dan merawat masjid agar tetap baik dan bersih juga
termasuk bagian memakmurkan masjid.
Dulu
di zaman Rasulullah Saw ada marbot Masiid Nabawi di Madinah namanya Ummu
Mahjan Singkat cerita Rasulullah kaget ketika mendengar kabar meninggalnya Ummu
Mahjan. Kemudian Rasulullah minta ditunjukkan di mana kuburan marbot masjid
itu. Setelah sampai di makamnya, Rasullah shalat jenazah untuk mendoakan Ummu
Mahjan. Lalu usai salat Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, “Sesungguhnya
kuburan ini terisi dengan kegelapan atas penghuninya. Allah menerangainya bagi
mereka karena aku telah menshalatkannya.”
Sungguh
Allah Swt juga sangat memuliakan para pemakmur masjid yang digolongkan oleh
Allah sebagai amalan orang beriman. Allah Swt berfirman dalam surat At-Taubah
ayat 18:
إِنّمَا
يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ
الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ
أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang
yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka
merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)
Ada keutamaan
saat kita memakmurkan dan salat berjamah di masjid. Rasulullah Swt mengatakan
bahwa salat berjamaah nilai pahalanya 27 derajat dibanding salat sendirian. Di
hadis yang lain keutamaan salat berjamaah di masjid juga pernah disabdakan
oleh Rasulullah Saw:
مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ،
ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ
مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوبَهُ
“Barangsiapa
berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan
menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia –yakni bersama jama’ah di
masjid-, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
Mari
kita biasakan melangkahkan kaki kita untuk menambatkan jiwa salat berjamaah di
masjid untuk bertaqorub dan menyucikan
diri kita kepada Sang Maha Pencipta.
Dengan merutinkan ibadah salat berjamaah di masjid insya Allah kita akan zmendapatkan
perlindungan dari Allah Swt di hari kiamat. Sebagaimana disabdakan Rasulullah
Saw bahwa ada 7 golongan yang akan mendapat perlindungan Allah swt di hari
kiamat di antaranya yaitu:
ورجل
قلبه معلق بالمساجد
Yaitu Lelaki yang hatinya terpaut dengan
masjid.
Di
Pondok ini, sungguh malu jika kita tidak salat berjamaah di Masjid, sementara
Masjid tampak di depan mata kita. Sungguh malu jika kita tidak melangkahkan
kaki salat berjamaah di masjid sementara kumandang azan begitu dekat terdengar
di telinga kita.
Mudah-mudahan
Allah Swt berkenan menggolongkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang cinta
memakmurkan masjid. Amin ya Robal’alamin. (*)






Komentar
Posting Komentar