Guru Terpaksa, Guru Sekedar dan Guru Pejuang; Wacana Publik; Majalah Sabrina Manahijussadat
Wacana Publik; Sabrina Manahijussadat
GURU TERPAKSA, GURU SEKEDAR DAN GURU PEJUANG
Oleh
Ustadz Furqan Syafrizal S.Th.I
Allah
Swt berfirman dalam dalam Al kahfi
ayat 65 :
فَوَجَدَا
عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا ءَاتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ
مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
Artinya:
“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang
telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan
kepadanya ilmu dari sisi Kami”.
من دل
على خير فله مثل أجر فاعله.
"Barang
siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti
pahala orang yang melakukannya."
Dan ia pun mendapatkan sekedar saja. Jika terpaksa tadi ia tidak mau berbuat, ini hanya berbuat asal lepas dari tanggungjawab. Tidak memiliki inisiatif bagaimana membuat murid-muridnya lebih berharga dari segalanya.
Berbeda dengan guru pejuang, motivasinya tinggi. Dia melihat anak muridnya adalah sosok masa depan yang hrus lebih baik dari dirinya. Maka ia perjuangkan. Bahkan sampai harta, tenaga, pikiran mungkin setingkat nyawa untuk kebaikan si anak didiknya. Ia akan korbankan waktunya, perasaannya demi kepentingan anak didik tersebut. Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada tidak membuat dia kecil hati. Bahkan ia akan berbuat dengan mengada-ada. Menjadikan kekurangannya sebagai kelebihan.
Seorang santripun bisa menjadi santri terpaksa, santri sekedar dan santri pejuang. Tergantung motivasi dan pemahamannya kenapa ia menjadi santri. Akhirnya mereka akan mendapatkan sesuai apa yang mereka pikirkan dan lakukan.
Margaret
Hilda Thatcher adalah seorang politikus Britania Raya, Perdana Menteri Britania
Raya dengan masa jabatan terlama sepanjang abad ke-20, dan satu-satunya wanita
yang pernah menduduki jabatan tersebut mengatakan, Watch your thought for
they become your word. Watch your word for they become your actions. Watch your
action for they become your habit. Watch your habit for they become your
character. Watch your character for they become your destiny.
Ungkapan di atas menegaskan kepada kita bahwa semua bermula dari apa yang dipikirkan. Sehingga menjadi kata-kata yang sering keluar dari mulutnya. Kemudian akan menjadi perbuatan. Dan perbuatan itu akan menjadi kebiasaan (habit). Kebiasan tersebut akan menjadi sebuah karakter (pembawaan diri). Kemudian itulah nilai dari kualitas seseorang tersebut.
Maka jangan salahkan jika kita memiliki pola pikir, sikap dan tingkah laku kita belum benar akan ada hal hal baik ke depannya. Inilah yang seharusnya menjdi motivasi seorang guru, murid dan semua profesi yang dilakukan.
Allah
Swt berfirman dalam surat al-ankbut 69 :
وَا
لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ
اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan
orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang
berbuat baik."
Ayat
ini menunjukkan motivasi pejuang bahwa orang yang paling pantas diberi taufiq kebenaran
adalah ahlul jihad. Karena siapa saja yang berbuat ihsan dalam hal yang diperintahkan, maka Allah akan menolongnya dan Allah akan mudahkan baginya sebab-sebab mendapatkan
hidayah. Siapa saja yang bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam ta'liimul
ilmi syar’i, maka akan sampai kepadanya Al hidayah (petunjuk) dan Al
ma’unah (pertolongan) untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Demikian ini
adalah urusan dan kuasa Allah Swt.
Semua orang mengerjakan profesinya, atau suatu
pekerjaan sesuai motivasi dan seberapa paham ia akan hal tersebut. Istilah yang
sering kita dengar "sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula
keintunganmu". Ini adalah filosofi yang sering diajarkan kepada santri-santri
agar ia bisa berbuat dengan sungguh-sungguh. (*)

Komentar
Posting Komentar