Who Is Santri? Wacana Santri; Sabrina Manahijussadat
WHO IS SANTRI?
Oleh Silvy Sulistia Ningsih
Santri identik dengan baju Koko, sarung,
dan adat-istiadat serta tradisi keagamaan yang melekat. Padahal jika kita amati
lebih dalam, santri adalah orang yang memiliki peran serta partisipasi yang
besar dalam segala hal.
Berbeda dengan siswa siswi sekolah umum,
santri cenderung memiliki kebiasaan serta sikap dan mentalitas yang lebih
tangguh. Hal itu disebabkan santri dididik dan dibina 24 jam. Santri tidak
hanya diberi materi dan teori tapi juga di arahkan untuk menerapkan nilai nilai
moral dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu bagaimana tentang pendapat orang
yang mengatakan bahwa santri tidak memiliki masa depan? Atau santri hanya akan
menjadi kyai atau ustadz?
Mari kita tengok sejarah kemerdekaan
negara kita. Bukankah para kyai dan santri selalu memikirkan kemerdekaan negara
ini? Bukankah para santri selalu berjuang melawan para penjajah? Memang hal itu
tidak pernah tercatat dalam buku sejarah yang kita pelajari di kelas, tapi hal
itu tercatat di hati rakyat bahkan yang tidak mengenyam pendidikan sekalipun.
Dan di masa sekarang ini, banyak santri
hadir dengan warna baru. Para santri berkiprah dengan cara yang mudah diterima,
dengan tetap menjunjung tinggi kepentingan ummat, santri mampu berdakwah di
manapun, kapanpun, dan dengan cara apapun.
Santri susah untuk kuliah dan
mengembangkan bakat? Mari kita lihat para santri berikut ini
1. Muhammad Rafli Mursalim, pemain timnas PSSI
2. Aminuddin Ma'ruf, stafsus millenial presiden
3. Gusti M.Abdurrahman Bintang Mahaputra atau Bintang Emon, seorang
komika dan aktor yang aktif mengkritik sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat
Islam
4. M. Atiatul Muqtadir, Ketua BEM KM UGM Th 2019 & founder
raihcita.
Mereka semua adalah santri, dan ini hanya
sebagian kecil dari santri santri hebat. Mungkin saat ini kita
tidak sadar bahwa orang yang selama ini di pandang sebelah mata dan di anggap
remeh mampu menjadi orang besar di kemudian hari. Santri yang selalu mengeluh
akan peraturan pondok sebenarnya sedang di latih dan di tuntut untuk
mempersiapkan diri menjadi para pejuang agama Allah di negeri kita bahkan di
dunia.
Santri bukan tidak memiliki masa depan,
tetapi santri hanya ingin masa depan yang bukan hanya di dunia tapi juga di
akhirat. Santri bukannya tidak memikirkan duniawi, tapi santri
sibuk untuk menyeimbangkan dunia dengan akhirat. Santri
bukannya tidak memikirkan negara, tapi santri paham, bahwa membela negara tidak
hanya butuh ilmu tapi juga iman.
Santri bukannya tidak mau menghabiskan
masa mudanya dengan bersenang senang, tapi santri tahu bahwa masa muda adalah
salah satu hal yang akan dipertanyakan kelak. Santri
bukanlah orang shalih yang dijamin masuk surga, tapi santri hanya sedang
berusaha meraih ridha-Nya.
Santri bukan hanya kata benda, yang
ditujukan menjadi objek, tapi santri juga adalah kata sifat dan karakter. Maka santri harus tetap ada sampai kapanpun, karna
dengan itu kita tidak hanya mampu hidup tapi juga menghidupi.
Jadi berbanggalah menjadi santri dan
jangan pernah ragu untuk menjunjung tinggi etika dan moral seorang santri. (*)

Komentar
Posting Komentar